Saling bahu-membahu mewujudkan desa adat yang inovatif, kreatif tanpa batas dengan seni dan budaya yang ada di Bali.
Catatan Desa Adat Semate dalam sejarah Pulau Dewata.

Pasraman Kerta Sisya Winungu

Tatwa & Budi Pekerti
Pasraman "Kerta Sisya Winungu" Desa Adat Semate, merupakan wadah kegiatan untuk proses belajar mengajar bagi anak-anak di Desa Adat Semate, pemahaman dasar-dasar tentang tatwa Hindu (Bali), budi pakerti, dasar-dasar susila, budaya bali, dan ketrampilan lainnya.

Belajar Mejejaitan dalam video inspiratif :
Pada pasraman ini tertuang kewajiban untuk meneruskan sesuatu, yang bertujuan untuk lebih merekatkan tali persaudaraan, meningkatkan pemahaman dan tanggung jawab akan pelestarian nilai-nilai budaya khususnya Budaya Bali. Berbagi pengetahuan / pendidikan yang merupakan penanaman awal / proses pengenalan terhadap adat istiadat dan dharma atau kebaikan sehingga pola-pola tersebut bisa terbentuk sejak usia dini untuk mempertahankan kelestarian Agama, Adat dan budaya, warisan leluhur yang adi luhung.

Majejahitan, Tetandingan Banten
Kegiatan pasraman ini biasanya diadakan di bale banjar/wantilan Desa Adat Semate dan terkadang dilaksanakan di halaman Pura. Pelaksanaannya setiap hari minggu. Jadwal kegiatan akan lebih padat saat anak-anak liburan sekolah, sehingga tidak berbenturan dengan kegiatan belajar di sekolah.

Para siswa diberikan pelajaran oleh beberapa guru pengajar yang memang berprofesi sebagai guru di sekolah-sekolah formal dan mereka semua "ngaturang ayah" / mengabdi dengan tulus ikhlas, dan beberapa masyarakat generasi tua juga mengabdikan diri dibidang ketrampilan majejahitan, maulat-ulatan. Juga di bidang tari-tarian seperti tari pendet , ketrampilan menabuh (gambelan gong), tetandingan banten, pesantian, nyastra, masatua bali dll. Beberapa pengajar juga dilibatkan dari alumni ASTI / ISI Denpasar (Akademi Seni Tari Indonesia) dalam memantapkan tarian tradisional dan tari kreasi.

Semua kegiatan ini dirasakan sangat mendukung pelaksanaan upacara-upacara agama, utamanya setiap pujawali di pura-pura yang secara rutin dilaksanakan di Desa Adat Semate.

Pengurus dan guru pasraman dalam kegiatan ini selalu saling berkoordinasi untuk menghindari kekosongan guru pengajar. Merekalah yang bertanggung jawab dan mengabdi secara sukarela dan tulus ikhlas dalam proses belajar mengajar ini, yang dikoordinasikan oleh bendesa adat kami.

Tercatat sebagai pengurus dan guru pengajar di pasraman ini adalah sebagai berikut :

Pengurus :
  • Ketua        : Drs. I Ketut Suanda, MSi.
        • I Made Nurhayatha (2005-2009, 2010-2014)
Guru pengajar di Pasraman "Kerta Sisya Winungu" :

1. Budi Pekerti :
2. Agama :
  • Ni Made Suweni, S.Ag
3. Pesantian :
4. Ketrampilan  maulat-ulatan (anyaman) :
  • I Nyoman Karja
  • I Ketut Rendana.
5. Majejahitan, Tetandingan Banten
  • Ni Wayan Sucitawati, S.Ag

6. Tari :
  • I Wayan Juana, S.Sn.
  • Ni Kadek Sutrini.
7. Tabuh / Gambelan
  • I Made Sukarta
  • I Putu Sutrisna
  • Nyoman Dasna
  • I Nyoman Mustika
  • I Nyoman Nasiun

Dokumentasi :
 
Selain kegiatan di atas, siswa pasraman setiap enam bulan atau setahun sekali mulai dikenalkan dengan tempat-tempat suci yang ada di Bali dengan mengadakan perjalanan suci berupa tirta yatra/dharma yatra dan juga melukat bersama beberapa krama desa adat semate lainnya sehingga diharapkan murid lebih dapat menerapkan pengetahuan yang didapat dan melestarikan ragam seni, adat istiadat dan budaya yang ada di Bali.
Halaman Web Desa Adat Semate, Berbagi Informasi ® Bali 2017. Explore Its Sacred Vibration